Powered By Blogger

Minggu, 07 Maret 2010

Diary, Kau Cinta Pertama dan Terakhirku^^

Bismillah

Selamat pagi duniaku yang penuh dengan warna dan warni.
Semoga hari ini kita menjadi lebih baik dari kemarin. Aamiin

Setelah melalui pertimbangan yang cukup lama, akhirnya kemarin tepat dihari Minggu hari ketujuh dibulan Maret aku menduakan diaryku dengan membuat account ini.

"Diary, kau cinta pertama dan terakhirku."

Aku membuat akun ini dengan nama duniavyka, yang ingin melakukan pendewasaan dalam hal menulis.
Teringat setahun lalu awal aku membuat sebuah akun di sebuah site. Aku hanya ingin menulis apa yang aku dengar, lihat dan rasakan. Serta menyalurkan kebiasaan menulis diary dan aku ingin bergabung bersama beberapa sahabat kampusku yang punya akun itu juga. Menyenangkan bermain bersama sahabat seangkatanku didunia maya.

Dikala detik-detik aku baru mempunyai diary berupa blog, tak banyak yang mengenalku. Masih sebatas sahabat kampus. Diluar itu tak ada yang mau membaca tulisanku bahkan meliriknya pun tidak.

Seiring dengan perkembangan jaman, Alhamdulillah aku bertemu banyak sahabat. Dari yang awalnya hanya sekedar koment kemudian kami lebih mengenal satu sama lain hingga terjadiperjumpaan.

Kini ada segelintir warga komplek yang cukup mengenalku dengan baik hanya dengan membaca setiap rangkaian kata yang kutulis hingga mengenalku secara pribadi. Mengenal hanya dibagian dasar dan adapula yang mengenal hingga mendasar.

Diaryku mempunyai pembaca tetap saat ini. Saat aku tidak menulis bahkan ada yang menanyakan kabar tulisanku hari ini. Betapa menyenangkannya bukan? Jika seorang penulis rangkaian katanya dibaca banyak khalayak pasti akan muncul suatu sensasi tersendiri. Memang itu terjadi disegala bidang. Penyanyi akan merasa bangga bila lagunya disenandungkan para fans atau pelukis yang hasil karyanya dibayar mahal.

Karena hal itu, kini niat awal aku menulis kini bergeser. Entah bergeser ke arah mana?

Itu yang membuatku kini harus melakukan pendewasaan dalam menulis. Karena pembaca tulisanku sudah mulai ada dari berbagai kalangan. Terkadang aku mulai berpikir. Apakah tulisanku akan membawa dampak positif ataupun negatif bagi pembaca?

Beban moral itu pun terkadang muncul dan tenggelam. Karena alasan yang tak masuk akal ini maka aku akan mencoba melakukan pendewasaan dalam hal menulis. Bukan berarti harus menulis sesuatu yang selalu serius hingga dahi berkerenyit. Hanya saja akan terjadi pendewasaan. Walaupun aku belum mampu mendeskripsikan kata "pendewasaan" dengan lancar dan secara baik.

Vyka Fadillah di detik-detik keberangkatan ke IBF bersama Aida Hanifa.

8 Maret 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar