Bismillah
Duniaku yang masih terus berputar pada porosnya hingga detik ini.
Entah mengapa, hari ini aku ingin merangkai kata tentang cinta. Bukan cinta biasa serta bukan juga cinta yang mendayu dayu atau roman picisan. Mari kita buktikan bila cinta tidak identik dengan melankholis, kita ubah cinta menjadi sebuah semangat yang menggebu gebu layaknya genderang drum.
Cinta memang identik dengan merah jambu bukan jambu merah. sekarang waktunya kita pinggirkan dulu atau bahkan kita ubah bahwa cinta itu merah jambu, bunga ataupun cokelat.
Cinta bisa berwarna biru melambangkan langit yang menyejukkan. Cinta bisa berwarna merah melambangkan keberanian dan semangat yang menggebu. Cinta bisa berwarna putih yang berarti sebuah kesucian.
JIka kau masih mempunyai cinta, maka mencintailah tanpa syarat. Karena tidak semua orang bisa mengemban amanah itu dengan keikhlasan.
Jika kau mempunyai segenggam cinta, maka kau tak perlu menangis sedih karenanya.
Tapi menangislah bahagia karena masih bisa mencintai.
Jika kau mengaku seorang pecinta sejati, maka ketahuilah hakikat dari semangkuk cinta.
Mangkuk yang beirisi cinta bukan hanya perkara mencintai atau dicintai.
Tapi bagaiman kita selalu membuat orang yang kita cintai tersenyum bahagia,
dan bagaiman kita bisa menghapus kesedihannya dikala mata bergerimis.
Setangkai cinta bukan hanya perkara memiliki atau dimiliki dan bukan sekedar aku mencintaimu atau kamu mencintaiku. Ada hakikat yang lebih mendalam, sedalam lautan yang membiru. Ada filosofis yang lebih luas, seluas langit yang terus membiru.
Secangkir cinta bukan merupakan sebuah kata sifat melainkan kata kerja yang harus diupayakan dari tunas, berakar, tumbuh kemudian mekar dan bersemi. Karena cinta harus diupayakan. Mencintai dia yang dicintai atau mencintai dia yang mau menerima apa adanya.
Cinta memerlukan pengetahuan dan perjuangan. Jika kau mengaku seorang pecinta sejati maka harus terus belajar dan terus berjuang. Karena cinta adalah keberanian atau pengorbanan. Jika sudah berani mencintai artinya kita harus belajar mempertanggungjawabkan setiap perasaan kita.
Karena saat ini, kita yang masih mempunyai sekotak cinta dihati. Kita Yang masih mampu untuk mencintai tanpa meperdulikan dicintai. Kita yang akan selalu menyebarkan benih-benih cinta dimuka bumi.
Dengan cinta maka kau takkan pernah meminta untuk dinanti, namun mengambil kesempatan atau mempersilahkan.
Mahabatullah
siap taat dalam keadaan rajin maupun malas, baik dalam keadaan suka maupun duka dan dalam keadaan rela maupun terpaksa.
Vyka Fadillah yang mempunyai sekotak cinta^^






